MUSCAB IV : Ketua Terpilih Ny. Hj. Nur Hasanah Arwan Byrin

Ny Arwan 1Sehubungan masa bakti kepengurusan Dharmayukti Karini Cabang Sumatera Selatan 2009-2012 telah berakhir, maka diselenggarakan MUSCAB IV pada hari Rabu, 13 Pebruari 2013 di aula Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan.

MUSCAB IV_EMUSCAB IV_D

Agenda MUSCAB IV ini terdiri dari  Pemilihan Ketua Cabang, Pembentukan Tim Formatur, Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Pengurus lama, serta Sosialisasi perubahan AD/ART, Program Kerja serta sosialisasi Buku Pedoman Organisasi & Administrasi Dharmayukti Karini.

Dharmayukti Karini Sumatera Selatan merupakan organisasi wanita tingkat cabang yang terdiri dari Ibu-Ibu di lingkungan peradilan tingkat banding, yaitu Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Selatan.

MUSCAB IV_BMUSCAB IV_CMUSCAB IV_F

Pada Sidang Pleno kedua, terpilih Ny. Hj. Nur Hasanah Arwan Byrin ( istri Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel) sebagai Ketua Cabang yang baru. MUSCAB IV mengamanatkan kepada Tim Formatur untuk segera menyusun Pengurus Baru untuk masa bakti tahun 2012-2015, selambat-lambatnya 1 bulan sejak MUSCAB IV dilaksanakan.

Musyawarah Daerah ke-IV Dharmayukti Karini Prov Sumatera Selatan

Bertempat di aula Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Selatan,  Bpk H. Sugeng Achmad Yudhi, SH (Ketua Pengadilan Tinggi) selaku Pelindung membuka secara resmi Musyawarah Daerah ke IV Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Selatan.  Acara pembukaan tersebut dihadiri pula oleh Bpk Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Selatan, Bpk. Drs. H. A. Dahlan, S.H.,M.H.

Musda berlangsung pada hari Selasa, 27 Nopember 2012. Dalam sambutannya, Bpk H Sugeng Achmad Yudhi, SH  mengharapkan agar Ibu-Ibu Dharmayukti Karini senantiasa meningkatkan tali silaturahmi , mempererat rasa persatuan , serta semakin aktif dalam melaksanakan kegiatan organisasi.

Dalam acara pembukaan tersebut, disampaikan pula pengarahan dari Ketua Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Selatan, Ny Hj. Umi Kulsum SA Yudhi, serta Laporan Ketua Panitia oleh Ny. Hj. Ir Endang P. Harahap.

Peserta Musda ke-IV ini terdiri dari Pengurus Daerah dan  Perwakilan Pengurus Cabang Se Sumatera Selatan, serta para anggota sebagai peninjau.

Selain menyusun kepengurusan baru untuk masa bakti tahun 2012-2015, dibahas pula tentang Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Daerah periode sebelumnya (2009-2012),  Rancangan Program Kerja untuk 3 tahun ke depan, Penyempurnaan Buku Pedoman Organisasi dan Administrasi ,  serta  Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Dharmayukti Karini.

Pada akhir acara, sekaligus diserahkan Bantuan Dana Bea Siswa (BDBS) periode 2012 dari Pengurus Pusat untuk Cabang-Cabang Dharmayukti Karini  se Sumatera Selatan, bantuan diserahkan oleh Ibu Hj Umi Kulsum SA Yudhi kepada para Ketua Cabang.

Musyawarah Nasional IV Dharmayukti Karini

Musyawarah Nasional ke-IV Dharmayukti Karini dilaksanakan di Hotel Aryaduta Manado, tanggal 29 Oktober 2012. Munas IV ini diikuti oleh Ibu-Ibu dari empat lingkungan peradilan, yaitu peradilan umum, peradilan agama, peradilan tata usaha negara, dan peradilan militer dari 30 provinsi di Indonesia. Pada Munas kali ini, Dharmayukti Karini Provinsi Sumatera Selatan mengikutsertakan 5 orang, terdiri dari seorang Ketua Daerah, 2  Wakil Ketua Daerah, seorang Ketua Cabang dan seorang Sekretaris. 20121029_080049

Acara dibuka secara resmi oleh Bpk. H. Hatta Ali SH, M Hum, Ketua Mahkamah Agung RI, dimana beliau adalah pelindung Dharmayukti Karini Pusat.  Dalam sambutannya, beliau berpesan agar Ibu-Ibu senantiasa mendampingi, menjaga dan merawat suami dimanapun suami ditugaskan, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keharmonisan dan kesejahteraan keluarga.

Order13.Size6R

Dalam acara pembukaan, disampaikan pula sambutan  pengarahan oleh Ketua Dharmayukti Karini Pusat, Ny. Hj Roosdiaty Hatta Ali, sambutan oleh Istri Gubernur Sulawesi Utara dan Laporan Ketua Panitia oleh  Ny. Hj. Aco Nur.

Musyawarah Nasional IV dilaksanakan selama satu hari mulai pukul 08.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT. Selain menyusun kepengurusan baru untuk masa bakti tahun 2012-2015, dibahas pula tentang Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat periode sebelumnya (2009-2012),  Rancangan Program Kerja untuk 3 tahun ke depan, Penyempurnaan Buku Pedoman Organisasi dan Administrasi ,  serta  Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Dharmayukti Karini.20121029_192910

Pada malam harinya acara diisi dengan kegiatan ramah tamah, sedangkan hari berikutnya acara dimeriahkan dengan kegiatan Lomba Busana, yang diikuti oleh Ibu-Ibu dari perwakilan masing-masing daerah, lomba busana ini bertujuan untuk memotivasi anggota  Dharmayukti Karini agar lebih menghargai dan mencintai produk dalam negeri.

Ibu-Ibu yang datang dari berbagai daerah tak lupa menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat indah di kota Manado, seperti ke pantai Malalayang, Taman Laut Bunaken, Danau Linau , Gunung Lokon di Tomohon, bahkan sampai ke kota  Minahasa.

Kegiatan Bakti Sosial

20120810_113332Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan ramadhan, Pengurus Daerah Dharmayukti Karini Prov Sumatera Selatan mengadakan kunjungan ke panti-panti asuhan.  Tahun ini, tepatnya tanggal 10 Agustus 2012 Ibu-Ibu Dharmayukti Karini mengunjungi Panti Asuhan Siti Fatimah dan Panti Asuhan “Peduli Bangsa”  yang berlokasi di daerah Demang Lebar Daun Palembang.20120810_120437

Para Pengurus berbincang-bincang dengan pengasuh panti tentang berbagai hal, antara lain mengenai prestasi anak-anak, kesehatan, pendidikan, tata cara  adopsi dan lain-lain. Perbincangan kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu anak dari panti tersebut.

Sebelum berpamitan , pengurus menyerahkan bantuan berupa sembako bagi anak-anak panti. Sumber Dana  Bantuan diperoleh dari iuran Ibu-Ibu Dharmayukti Karini Sumatera Selatan.

Perdagangan Manusia ( Human Trafficking )

Ada beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai perdagangan manusia, seperti bekerja tanpa dibayar, dan yang paling populer adalah eksploitasi seksual. Biasanya anak atau perempuan dijanjikan pekerjaan tertentu, tetapi akhirnya mereka malah dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial.

Penculikan anak melalui situs jejaring sosial yang terjadi akhir-akhir ini juga bisa memicu perdagangan anak. Oleh karena itu, perkembangan teknologi seharusnya diiringi dengan pemahaman yang cukup mengenai baik-buruknya.

Gambar

Melihat fakta semacam itu, tidak mengherankan bila Prof Irwanto, Ketua ECPAT Affiliate Group of Indonesia, mengatakan bahwa penyebab utama dari adanya perdagangan anak dan perempuan ini adalah tingkat pendidikan yang rendah.

Di Indonesia, pendidikan yang cenderung rendah membuat anak susah untuk mengatakan “tidak”. Orangtua yang berpendidikan rendah, ditambah dengan desakan ekonomi, membuat mereka bersedia melakukan apa saja untuk meningkatkan taraf hidupnya. Termasuk, “menjual” anak mereka sendiri.

Untuk menanggulangi masalah perdagangan anak dan perempuan ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

1. Memberi pengetahuan
Untuk dapat mencegah masalah ini, perlu diadakan penyuluhan dan sosialisasi masalah kepada masyarakat. Dengan sosialisasi secara terus-menerus, masyarakat akan mengetahui bahayanya masalah ini, dan bagaimana solusinya.

Pendidikan tentu saja tidak hanya diberikan kepada masyarakat menengah atas. Yang paling penting adalah masyarakat kelas bawah. Mengapa? Karena perdagangan manusia banyak terjadi pada masyarakat dengan kelas pendidikan yang cukup rendah. Pendidikan harus diberikan dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat.

2. Memberitahu orang lain
Ketika kita telah mengetahui masalah ini dan bagaimana solusinya, tetapi tidak memberitahu orang lain, permasalahan ini tidak akan selesai.

Sebagai orang yang telah mengetahuinya, maka menjadi kewajiban Anda untuk menyampaikan apa yang terjadi pada orang lain, khususnya yang Anda anggap berpotensi mengalami perdagangan manusia. Sebab, orang yang tidak mengetahui adanya permasalahan ini tidak menyadari bahwa hal ini mungkin telah terjadi pada orang-orang di sekitar kita.

3. Berperan aktif untuk mencegah
Setelah mengetahui dan mencoba memberitahu orang lain, Anda juga dapat berperan aktif untuk menanggulangi permasalahan ini. Berperan aktif tersebut dapat dilakukan dengan cara melaporkan kasus yang Anda ketahui kepada yang berwajib.

Anda juga bisa mengarahkan anak, keponakan, atau anak muda lain yang gemar beraktivitas di situs jejaring sosial untuk lebih berhati-hati dalam berteman, misalnya. Yang Anda lakukan mungkin hanya sesuatu yang kecil, tetapi bila semua orang tergerak untuk turut melakukannya, bukan tak mungkin masalah yang berkepanjangan ini akan teratasi.

Melalui program kerja Bidang Pendidikan, Dharmayukti Karini mengajak para anggota untuk peduli dan mewaspadai kegiatan “trafficking” di sekitar kita.

Ref:

http://female.kompas.com/read/2010/07/29/09450559/3.Cara.Mencegah.Human.Trafficking.

Sayur Bening Oyong / Gambas

Sudah menjadi kegiatan rutin Ibu-Ibu Dharmayukti Karini , setiap Jum’at pagi seusai senam Jantung Sehat, Ibu2 menyempatkan berbelanja sayur mayur di Tenda Bazar depan Kantor Pertanian Palembang.

 

Inilah salah satu hasil masakan kami.

Sayur Bening Oyong / Gambas

Bahan :
Oyong/Gambas, Wortel, Jamur Putih, Sedikit Tauge
Bumbu:
Bawang Merah, Bawang Putih, Daun Salam, Garam, Gula Pasir

Cara Memasak :

Panaskan air, masukkan irisan bawang putih, bawang merah, daun salam, garam dan gula pasir. Masukkan irisan  Oyong, Wortel, Jamur Putih dan sedikit tauge, setelah matang sayur bening oyong siap dihidangkan.

Dukung Kegiatan 4 R

Sampah merupakan salah satu masalah dalam kehidupan, karena sampah yang tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan bau tidak sedap, bisa mengeluarkan gas beracun, menyebabkan polusi udara/menyebabkan sesak napas bila dibakar, menyebabkan banjir bila dibuang di sembarang tempat, merusak keindahan pemandangan, mencemari  tanah, air dan udara, mempercepat penyebaran penyakit, seperti tifus, diare, kolera, dan lain-lain.

Melalui program kerja bidang sosial budaya, Dharmayukti Karini mengajak para anggota dimanapun berada untuk turut serta menciptakan  lingkungan hidup sehat,  dengan mendukung kegiatan 4 R, yaitu :

1. Reduce (mengurangi), artinya  mengurangi penggunaan/pembelian bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan, seperti plastik, sterofoam, mika, dan lain-lain.

Contoh tindakan yang bisa kita lakukan adalah :

–       Mengurangi penggunaan kantong plastik, misalnya pada saat belanja bawalah keranjang belanja dari rumah.

–       Mengurangi penggunaan sterofoam, misalnya pada saat membeli makanan(bubur, gado-gado dll), bawalah mangkuk/rantang/wadah dari rumah apabila makanan tidak di makan di tempat.

–       Mengurangi penggunaan kertas, misalnya pada waktu mengambil uang di ATM tidak perlu mencetak jumlah saldo dengan  kertas, jumlah saldo  cukup dilihat di layar ATM.

–       Mengurangi penggunaan kertas juga dapat dilakukan untuk perincian data penggunaan telepon, data tagihan kartu kredit, penawaran promosi, cukup dilihat melalui email.

2. Reuse (pemakaian kembali), artinya menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Contoh tindakan yang bisa kita lakukan adalah :

–       Memberikan barang-barang bekas yang masih layak pakai seperti pakaian bayi, pakaian anak, pakaian dewasa,  selimut, sprei, payung, topi, alat memasak dan barang  pantas pakai lainnya kepada  adik, saudara, tetangga, atau orang lain yang lebih membutuhkan.

–       Memanfaatkan kaleng bekas untuk pot tanaman, tempat pensil, mainan anak-anak, hiasan dinding/kerajinan tangan  dll

–       Memberikan kantong plastik bekas belanja yg masih layak pakai  kepada penjual sayur di pasar utk dipakai kembali.

–       Menggunakan botol plastik bekas sebagai pengganti polly back untuk menanam bibit tumbuhan

3. Recycle (mendaur ulang), artinya menggunakan kembali sampah organik maupun non organik menjadi barang yang bermanfaat.

Contoh tindakan yang bisa kita lakukan adalah :

–       Membuat  kartu ucapan, kartu undangan, kertas sampul dari kertas-kertas sisa pakai.

–       Membuat pupuk organik/kompos dari sampah-sampah basah seperti daun-daunan, kotoran hewan dll.

–       Membuat tas atau tikar  dari jalinan kertas bungkus rokok.

–          Membuat ketrampilan tangan/handycraft (hiasan dinding, vas bunga, perabotan rumah) dari kaleng bekas, botol bekas, kardus bekas, ban bekas, sterofoam bekas, dan lain-lain.

–          Membuat taplak meja, sarung bantal, sprei, keset dll dari kain perca.

4. Replace  (mengganti),  artinya  mengganti barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sulit musnahkan, dengan barang-barang yang lebih ramah lingkungan.

Contoh tindakan yang bisa kita lakukan adalah :

–          Mengganti kantong plastik yang kita gunakan sehari-hari dengan papperbag/kantong kertas.

–          Mengganti kertas pembungkus nasi dengan daun pisang.

–          Mengganti pot tanaman dari plastik dengan pot tanaman dari tanah liat.

(oleh : amifta)