Archive for the ‘Sosial Budaya’ Category

Keluarga Berencana, Bahagia, Sehat & Sejahtera

Keluarga sehat dan sejahtera merupakan dambaan keluarga siapapun juga.  Karenanya melalui program kerja bidang Sosial Budaya, Dharmayukti Karini mengajak Ibu-Ibu Indonesia,  khususnya anggota Dharmayukti Karini dimanapun berada untuk turut melaksanakan program  Keluarga Berencana/KB.

Keluarga Berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera, antara lain  dengan cara membatasi jumlah kelahiran, dengan menciptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtera diharapkan akan terwujud masyarakat Indonesia yang lebih terjamin kesejahteraannya.

Pembatasan jumlah keluarga dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi seperti pil KB,  kondomspiralIUD , vasektomi, tubektomi, susuk KB dan lain sebagainya.

Dengan mengikuti program KB , berarti kita telah membantu pemerintah dalam pengendalian ledakan jumlah penduduk. Dimana akibat negatif dari ledakan jumlah penduduk akan menjadi masalah sosial yang dapat menghambat pembangunan dan kesejahteraan bangsa.  Masalah yang akan timbul  antara lain ;  persaingan lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran, persaingan untuk mendapat pemukiman, keterbatasan mendapatkan pendidikan layak , kemacetan lalu lintas, polusi udara, timbulnya berbagai macam penyakit, dan lain sebagainya.

Iklan

Semut dan Belalang

Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.

“Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”

“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”

Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.

“Membuat lagu katamu ya?” kata sang Semut, “Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!” Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memperdulikan sang Belalang lagi.

Dikutip dari cerita kecil Aesop

Pesan yang didapat dari didongeng ini;

;Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain”‘

KEHILANGAN

Ternyata “kehilangan” tidaklah selalu menyedihkan, terbukti pada Pertemuan Rutin Dharmayukti Karini Cabang Sumsel, Ibu Ketua Provinsi dan Ketua Cabang
memberikan tips tentang “kehilangan” yang menyenangkan. Ny. Hj Umi Kulsum SA Yudhi (Ketua Provinsi) menyampaikan tentang
“kehilangan perut buncit”, sedangkan Ny. Hj Komalawati Mukhsin (Ket Cabang) menyampaikan tentang “kehilangan rasa pahit, bau amis, bau lumpur” dan lain-lain.


Berikut adalah beberapa tips “kehilangan” yang beliau sampaikan :

  1. Rasa Pahit Daun Pepaya, rebus daun pepaya bersama daun beluntas/daun singkong/tambahkan garam kuning(bleng).
  2. Rasa Getir Jengkol, sebelum dimasak rendam jengkol beberapa jam dengan air kelapa.
  3. Bau Amis Cumi-cumi, rendam cumi2 dengan mentimun yang telah diremas2.
  4. Bau Lumpu Ikan, sebelum minyak digunakan utk menggoreng ikan, gorenglah dulu roti tawar .
  5. Bau Anyir Daging Ayam, taburi daging ayam dgn tepung terigu sebelum diolah.
  6. Akar Tauge, lumuri taugi dengan tepung sagu/tapioka, aduk hingga ekor tauge terpisah.
  7. Rasa Panas Cabe, rendam tangan pada beras setelah mengolah cabe.
  8. Bau Prengus Kambing, jangan dicuci sebelum dimasak dan diangin2kan.
  9. Lemak Daging Sapi/Ayam,  masukkan daun selada dalam air rebusan.

Sedangkan tips untuk menghilangkan perut buncit, sebagai berikut :

1. Makan jangan terlalu cepat/pelan2

2. Makan harus sambil duduk

3. Kunyah Makanan selembut mungkin

4. Jangan diet berlebihan

5. Berolahraga teratur

6. Jangan terlalu banyak mengonsumsi garam

7. Perbanyak makanan mengandung serat

8. Makan yoghurt secara teratur

Itulah sekelumit oleh-oleh “ilmu” yang dibawa  pulang oleh Ibu-Ibu peserta arisan Dharmayukti Karini Cab Sumsel yang diselenggarakan di Pengadilan Tinggi Palembang tanggal 14 Juni 2011 lalu.

Selain itu Ibu-Ibu juga mendapatkan tambahan ilmu tentang Iptek Nuklir yang disampaikan oleh Ny. Pujiono Akhmadi, penjelasan tentang Iptek Nuklir akan diterbitkan melalui bulletin ini pada postingan terpisah.

Tentang Zakat

Selain berbagi resep masakan, mengguncang arisan, dan mendengarkan pengarahan dari Ketua Daerah dan Ketua Cabang, pertemuan rutin Dharmayukti Karini Cab Sumsel yang diselenggarakan di Pengadilan Tinggi Agama Palembang 26 Mei 2011, juga diisi dengan sosialisasi tentang  zakat,  baik  zakat amal , zakat harta , zakat perniangan dan lain- lain.

Pengetahuan tentang zakat ini disampaikan oleh Yayasan DSIM (Dompet Sosial Insan Mulia), untuk mengenal lebih dalam mengenai DSIM, silahkan kunjungi  http://www.dsim.or.id

Peragaan Busana di Kab Lahat

Kegiatan Peragaan Busana Khas Sum Sel mewarnai Acara Pertemuan Dharmayukti Karini Se Sum Sel bertempat di Pengadilan Negeri Lahat , yang sesuai dengan jadwalnya dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2011 dihadiri oleh Pelindung Dharmayukti Karini Sumsel Bapak H. Sugeng Achmad Yudhi (Ketua Pengadilan Tinggi Palembang ) dan Bapak  Drs.H.A.Mukhsin Asyraf, SH.MH(Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang ) , dalam kesempatan acara ini Bapak H.Sugeng Achmad Yudhi, SH memberikan sambutan yang kemudian langsung membuka acara arisan Dharmayukti Karini dan juga diikuti oleh seluruh anggota arisan Dharmayukti Karini Se Sumatera Selatan .

Selain peragaan busana, dalam acara tersebut diadakan pula Bazzar dari Dharmayukti Cabang lainnya beraneka macam ada mainan jilbab,alat-alat kosmetik (RISTRA) , baju-baju batik dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Untuk peragaan busana  setiap cabang mengirimkan dua utusan, maksud dari peragaan busana ini untuk melestarikan pakaian khas Sumatera selatan, serta supaya para aggota semakin pandai  berhias dan dapat menggunakan busana serta bisa menempatkan cara berpakaian dalam acara apapun..selain itu ramah tamah tetap menjadi tujuan utama untuk memperat hubungan antara anggota sehingga keharmonisan dan kekompakkan akan selalu terjalin.

Pertemuan 3 Bulanan yang akan datang dijadwalkan pelaksanaannya pada pertengahan bulan September 2011, giliran sebagai Tuan Rumah adalah Dharmayukti Karini Cabang Kota Palembang, dimana pertemuan tersebut bertepatan dengan HUT RI ke-66,  Halal Bi Halal dan HUT Dharmayukti Karini ke-9. Rencananya acara akan di isi dengan lomba Paduan Suara Himne dan Mars Dyk, serta Lomba Administrasi Dyk.

PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)

Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.   Pemanasan Global disebabkan diantaranya oleh “Greenhouse Effect” atau yang kita kenal dengan EFEK RUMAH KACA. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer

Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut.

Pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan

Pada perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Adapun pencegahan dari pada pemanasan Global tersebut dapat kita mulai dengan :

1.  Hemat air jg mencegah pemanasan.

2. Ganti lampu pijar biasa dengan lampu CFL (Compact     Fluorescent Light Bulbs) yang lebih hemat energi, dengan usaha kita tersebut dapat  menghemat energi berarti mengurangi jumlah energi yang harus disediakan PLN setiap harinya, yang berarti mengurangi juga aktifitas yang dilakukan PLN untuk menyediakan energi

3.   Hemat listrik dengan mematikan lampu yang tidak dipakai (ikutin program pemerintah yang matikan 3 lampu dari jam17-22)

4.     Biasakan buang sampah pada tempatnya

5.     Memakai kendaraan umum

6. Mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan bermotor yang sifatnya perorangan. Jadi apabila kita ada kendaraan  kalau bisa temen-temen nya ditebengin juga, biar mereka tidak memakai kendaraan pribadinya dan sekalian beramal

7.    Tumbuhkan kesadaran akan pentingnya tanaman. Dapat dimulai dengan membeli tanaman hias untuk dirawat yang akhirnya (moga2) kita sendiri akan membuat taman didepan / belakang / di loteng (tempat jemuran) rumah kita untuk menanam pohon.

8.     Kurangi sampah plastik. Contohnya, kalau beli sedikit barang, cukup kita pegang saja tanpa perlu dimasukkan ke plastik. Misalnya beli permen satu bungkus tidak perlu sampai meminta kantong kresek, langsung dimasukkan ke kantong kan lebih praktis…

9. Membuang air jgn sembarangan, jgn asal siram, kalau bisa siramlah ke tanaman terdekat Anda…

Dengan pengetahuan yang baru kita baca ini di harapkan kita mulai menyadari kesalahan –kesalahan kita dan mulai menjaga bumi yang kita cintai ini yang semakin hari semakin tua untuk dapat dipergunakan untuk anak dan cucu kita kelaknya……

Tampil Cantik bersama RISTRA

Agar tampil lebih cantik dan percaya diri, Ibu-Ibu Dharmayukti Karini Cabang Sumsel dengan seksama belajar merias wajah bersama Ristra Cosmetic. Kegiatan ini merupakan salah satu pengisi acara dalam Pertemuan Rutin yang diadakan 22 Maret 2011 lalu di Pengadilan Tinggi Agama Sumsel.

Seperti biasa acara didahului dengan Doa, Menyanyikan Himne dan Mars Dharmayukti Karini, dilanjutkan dengan sambutan oleh Tuan Rumah, Sambutan Ketua Daerah dan Laporan-laporan dari para Pengurus Cabang.

Pertemuan Rutin selanjutnya akan diselenggarakan pada bulan April 2011 bertempat di Pengadilan Tinggi Sumsel, yang rencananya akan diisi dengan kegiatan Sosialisasi  Bulletin Dharmayukti Karini. Dan  sesuai kesepakatan bersama  bahwa bagi Ibu-ibu yang memperoleh arisan pada hari itu, maka akan mendapatkan giliran tugas sebagai Pembawa Acara, Pembaca Doa dan Pemimpin Lagu untuk pertemuan berikutnya. Ibu Neva, Ibu Suswati dan Ibu Yuni adalah Ibu-Ibu yang akan bertugas pada pertemuan mendatang.