PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)

Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.   Pemanasan Global disebabkan diantaranya oleh “Greenhouse Effect” atau yang kita kenal dengan EFEK RUMAH KACA. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer

Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut.

Pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan

Pada perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Adapun pencegahan dari pada pemanasan Global tersebut dapat kita mulai dengan :

1.  Hemat air jg mencegah pemanasan.

2. Ganti lampu pijar biasa dengan lampu CFL (Compact     Fluorescent Light Bulbs) yang lebih hemat energi, dengan usaha kita tersebut dapat  menghemat energi berarti mengurangi jumlah energi yang harus disediakan PLN setiap harinya, yang berarti mengurangi juga aktifitas yang dilakukan PLN untuk menyediakan energi

3.   Hemat listrik dengan mematikan lampu yang tidak dipakai (ikutin program pemerintah yang matikan 3 lampu dari jam17-22)

4.     Biasakan buang sampah pada tempatnya

5.     Memakai kendaraan umum

6. Mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan bermotor yang sifatnya perorangan. Jadi apabila kita ada kendaraan  kalau bisa temen-temen nya ditebengin juga, biar mereka tidak memakai kendaraan pribadinya dan sekalian beramal

7.    Tumbuhkan kesadaran akan pentingnya tanaman. Dapat dimulai dengan membeli tanaman hias untuk dirawat yang akhirnya (moga2) kita sendiri akan membuat taman didepan / belakang / di loteng (tempat jemuran) rumah kita untuk menanam pohon.

8.     Kurangi sampah plastik. Contohnya, kalau beli sedikit barang, cukup kita pegang saja tanpa perlu dimasukkan ke plastik. Misalnya beli permen satu bungkus tidak perlu sampai meminta kantong kresek, langsung dimasukkan ke kantong kan lebih praktis…

9. Membuang air jgn sembarangan, jgn asal siram, kalau bisa siramlah ke tanaman terdekat Anda…

Dengan pengetahuan yang baru kita baca ini di harapkan kita mulai menyadari kesalahan –kesalahan kita dan mulai menjaga bumi yang kita cintai ini yang semakin hari semakin tua untuk dapat dipergunakan untuk anak dan cucu kita kelaknya……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: